Kabut tengah mengerumuni malam yang sedang menyusun satu-persatu butiran cahaya di atasnya, seorang lelaki yang tertidur pulas pun langsung terbangun terjerembab dalam kehidupan yg hendak ia jumpai setelah beberapa waktu lamanya. Ia hanya terbangun dengan kain putih yg tersimpul menyerupai pakaian dalam di pinggangnya. Matanya tersorot cahaya bulan yang mengintip dari sela kabut yang bergerak entah ke arah mana, sedang angin berhembus dari jendela yang tiba-tiba terbuka sampai menyibak rambut panjang yang berkilauan menyandingi bias cahaya-cahaya kecil di langit malam itu.
"Sempakku awet juga" gumamnya dalam hati sembari melihat ke arah kain yang menyimpul disekitaran pinggangnya.
Laki-laki itu beranjak, menelusuri lorong yg menyerupai labirin dan memasuki ruangan yg penuh dengan kertas-kertas lusuh di dalamnya. Satu lembaran kertas ia ambil, kertas yg bertuliskan identitas seseorang yg tak lain ialah identitas dirinya sendiri. Tertera sebuah nama dengan tulisan khas seseorang yg membentuk rapih dan terlihat anggun
Tak lama ia langsung mendekati subuah cermin besar yang terdapat di ruangan tersebut lalu berkata pada dirintya sendiri "nanti pagi kau harus pergi ke nusantara, hahahaha! "D
Dalam sebuah kastil yg terpencil dalam di tengah hutan, gema suara tertawa laki-laki itu mempertebal kabut di langit secara perlahan. Dingin tiba-tiba membekam burung-burung di pepohonan, senyap tiba-tiba tak ada lain suara, selain tertawa. Lembar kertas yangg lelaki itu pegang pun ia tanggalkan di meja, kertas yang bertuliskan sebuah nama
"Dudung Kusmayadi"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar